Kamis, 12 November 2009

Apa itu Narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-obatan terlarang lainnya. Biasa dikenal juga dengan NAZA (Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif lainnya), atau NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Ada beberapa jenis Narkoba, dimana masing-masing jenis memiliki fungsi sendiri-sendiri. Jenis-jenisnya yaitu:

1. Narkotika, pada dasarnya digunakan sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit. Efek samping yang diberikan oleh narkotika adalah kegembiraan yang berlebihan, serta bisa menimbulkan ketergantungan. Macamnya antara lain opium, morfin, kokain (untuk yang alami), heroin (semi sintetis), dan nethadon, LAM (sintetis).

2. Alkohol, biasa dicampurkan pada minum-minuman. Alkohol ini mengandung zat ethanol yang berfungsi menekan syaraf otak dan menimbulkan ketergantungan pada peminumnya.

3. Psikotropika, adalah zat atau obat yang bukan termasuk narkotika yang bisa mempengaruhi susunan syaraf pusat sehingga menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Obat-obatan jenis ini bisa memberikan efek penenang (misalnya pil koplo), perangsang (misalnya ekstasi), ataupun halusinogen.

Pada dasarnya, narkoba ini banyak membantu di dunia medis. Hanya saja, penggunaan tanpa pengawasan dokter bisa menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh. Pada tingkat yang lebih luas, penyalahgunaan narkoba ini sangat merugikan masyarakat, baik dari sisi penurunan kualitas sumber daya manusia, timbulnya berbagai kejahatan, dan sebagainya.

Mengapa Remaja Menyalahgunakan Narkoba?

Remaja berada pada masa transisi, yaitu perpindahan dari alam anak-anak ke alam dewasa. Dalam kondisi seperti ini remaja bingung dengan identitasnya, kepribadiannya. Hal ini menyebabkan remaja mudah terpengaruh oleh teman-temannya yang lain. Apalagi, di kalangan remaja ada kecenderungan untuk iseng dan coba-coba, apa saja dicoba, termasuk hal-hal yang berbahaya. Sebagian dari remaja sudah tahu bahaya dari obat-obatan dan alkohol, namun mereka ingin berpetualang untuk mencobanya. Apalagi bila pengaruh dari teman kelompok sangat kuat, sehingga remaja takut dikucilkan dari kelompoknya. Jadi awalnya karena iseng, keenakan, terus mencari sendiri.

Apa Efek yang Timbul bila Kita Menyalahgunakan Narkoba?

Penyalahgunaan narkoba akan menimbulkan beberapa reaksi tubuh terhadap obat-obatan tersebut:

1. Toleransi dosis

Untuk mendapatkan efek yang sama, dosisnya harus ditambah

2. Toleransi silang

Pemakaian satu jenis obat menyebabkan adaptasi pada jenis obat yang lain

3. Ketergantungan

Akan muncul reaksi psikologis: tidak merasa nyaman bila tidak mengkonsumsi obat

4. Sindrom putus obat

Ketika pemakaian obat dihentikan, akan muncul gejala-gejala fisik.

5. Kecanduan

Akibat tubuh beradaptasi terhadap obat, maka fungsi tubuh hanya ‘normal’ bila mengkonsumsi obat. Bila dihentikan bisa terjadi sindrom putus obat

6. Overdosis

Dosis obat yang masuk melebihi ambang yang bisa diterima oleh tubuh. Ini akan menimbulkan beberapa gejala: pernafasan terganggu, mual/muntah, keluar keringat dingin, mata terganggu, shock, dll.

Dari segi perilaku, pengguna menjadi semakin agresif, apalagi bila sedang tidak pakai, dia akan semakin sensitif, fungsi kognitif menurun, mengantuk di kelas, tidak tahan berpikir lama. Kontrol diri juga turun. Misalnya, dalam keadaan sadar dia tidak berani melakukan hubungan seksual (HUS), ketika menggunakan obat-obatan atau alkohol ketakutan itu jadi hilang. Dia jadi berani melakukan HUS.

Dari segi fisik, penyalahgunaan ini bisa menimbulkan gangguan irama jantung, sesak nafas, tekanan darah menurun, penyakit paru-paru (pneumonia), penyakit perut. Penyalahgunaan juga bisa menyebabkan kebutaan dan kematian. Pada ibu hamil bahkan bisa merusak janin bayinya.

Efek lainnya, pengguna menjadi suka menipu dan mencuri. Ini disebabkan karena harga obat-obatan yang diperlukan mahal. Pengguna sudah tidak memikirkan lagi darimana uang sebanyak itu bisa diperoleh, asal keinginannya kesampaian.

Seputar Mitos tentang Penyalahgunaan Narkoba

Banyak orang yang berpikir, pengguna narkoba itu berasal dari keluarga berantakan. Jadi karena keluarga nggak berantakan alias baik-baik, nggak mungkin deh, anaknya kena. Padahal hal ini keliru, kebanyakan pengguna justru berasal dari keluarga baik-baik. Dia sendiri (si pengguna itu)juga sebetulnya tidak mempunyai masalah yang berarti.

Banyak remaja yang berpikir, “Mencoba saja nggak apa-apa, kan gampang menghentikannya”. Sayangnya, pikiran ini salah besar. Sekali mencoba, kita akan merasa keenakan, dan ini membuat kita ingin mencoba dan mencoba lagi.

Banyak juga orang yang berpikir bahwa dia akan langsung bisa merasakan bila anaknya terlibat narkoba, sehingga bisa segera menanggulanginya. Namun masalahnya tidak sesederhana itu. Paling cepat, pengguna narkoba menampakkan gejala-gejala awal sekitar 1 tahun setelah pemakaian. Jadi sebelumnya dia masih bisa menyembunikan diri.

Bagaimana Gejala Penyalahgunaan Narkoba?

Gejala penggunaan narkoba antara lain sebagai berikut:

1. Prestasi belajar menurun,

2. Pola tidur berubah,

3. Selera makan berkurang,

4. Selalu menyendiri,

5. Agresif, sensitif (mudah tersinggung)

6. Sekali-sekali: mabuk, berbicara cadel, menyimpan pil.

Apakah Kecanduan Narkoba bisa Diobati?

Sebetulnya bisa, namun sulit sekali. Masalahnya, mereka yang kecanduan itu tidak merasa terganggu, sehingga tidak merasa hal itu bermasalah. Pergi ke dokter hanya kalau kepepet karena mengalami sindroma putus obat (mereka merasa sangat tersiksa ketika tubuhnya menagih ’obat’, sementara ‘obat’ itu tidak tersedia), sementara kalau sedang fly (melayang) tidak memerlukan dokter.

Bila ke dokter biasanya untuk jangka pendek diobati dengan obat symptomatic, jadi diberi obat anti depresi yang harus diminum dengan dosis yang sesuai dengan yang diresepkan, serta disarankan untuk mengikuti kegiatan rekreatif atau olah raga. Untuk jangka panjang, bila lingkungan mendukung, sebaiknya pengguna dipisahkan dari teman-teman sesama pengguna.

Bagaimana Caranya agar Kita Tidak Ikut-ikutan Menjadi Pengguna?

Carilah lingkungan pergaulan yang tidak menyalahgunakan narkoba. Bila ditawarin narkoba oleh seseorang, beranikan diri untuk mengatakan tidak, bayangkan efeknya seperti apa bagi diri kita.

Hubungan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS

Pemakaian narkoba bisa melalui beberapa cara, antara lain disedot, dihirup, atau disuntikkan. Pemakaian narkoba melalui jarum suntik bisa menimbulkan risiko ganda, yaitu risiko dari obat-obatan itu sendiri, dan risiko tertular HIV/AIDS karena pemakaian jarum suntik bergantian antara satu orang dengan orang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar